pada hari kemaren kami telah menyelesaikan tugas dengan lancar dan terkendali. Kami sudah mendapat banyak pengalaman baru mengenai banyak hal.
Minggu, 29 September 2013
Mision Is Completed
Huaaaa........ akhirnya... Puji syukur selalu terucap... Alhamdulillah... usaha para wacik berhasil dengan baik...
PORSENI
Sabtu, 28 September 2013
Hari yang istimewa untuk
adek-adekku yang duduk dikelas 1. Hari ini mereka mau mengadakan sebuah
simulasi kegiatan yang berhubungan dengan olahraga dan seni. Coba tebak, Kira
kira kawand kawand tau gak yaaa????? Hihihi
Ini berhubungan dengan
klas tematik. Mungkin sebelumnya perlu diketahui juga, kalo di SD Immersion itu
menganut kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan 4nya. Jadi pembelajarannya pun
tematik juga. Makadari itu setiap minggu sekali akan ada pagelaran yang sesuai
dengan temanya.
Hihi yaa kan jadi
ngelantur ampek mana mana. Hemm trus the next kegiatan adalah pentas seni. Tiap
kelas menampilkan nyanyian dan karya seni has dari kelasnya. Ada yagn
menyanyikan lagu Cublak cublak suweng hingga menamppilkan tarian poco poco. J
LOMBA BARIS
Siap...............
Grakkkk.......!!!
Lengkingan kuat dari
ketua regu pa dan pi. Adjie Wilutama as the leader of boys and Mulyani Annisa
as the leader of girls (hihihii belajar pake bahasa Inggris.. kalo salah maaph
yak..., kalo kata ilmu bahasanya ini namanya alih kode campur kode... hihihii)
Lencang kanan Grak... !!!
wahh kompaknya mereka.. jadi ngiri si admin. Pengen ikut baris dech kayaknya. Hahaha.
Ini tadi tulisan singkat tentang lomba se kecamatan Babadan khsusnya dalam
baris berbaris. Yak memang mereka memang layak diacungi jempol. Tiap hari latihan
dengan pak tentara. Walaupun capek kelihatannya tidak menyurutkan minat mereka
untuk menang. Yackkkkk tetep semangat!!
Jumat, 27 September 2013
Show UP!!
Selamat Pagi Sobat kecil...!!!!
Salam semangat tentunya...
SEMANGAT BELAJAR ! SEMANGAT BERMAIN! dan SEMANGAT SEMUANYA!
Setelah hari kemarin yang sungguh melelahkan dan tentunya MengASYIKan, alhamdulillah kita dapet pengalaman yang baru. Kami memwancarai tentang perasaan dari para wisudawan dan wisudawati, orangtua mereka, serta para dosen yang pernah mengajar mereka.
Begitu banyak harapan mereka yang tertuang lewat raut mukanya. Harapan untuk masa depan yang sukses tentunya. Alhamdulillah sejak hari itu kami jadi mampu untuk mengikat janji, bahwasana kami akan menjadi anak yang pintar dan tentunya selalu menjunjung etika. karena pintar tanpa etika hasilnya hanya sedikit alias nol. hihihihii.......
yach.. itu tadi sedikit pernyataan yang dapat kami terima setelah kami matangkan dalam benak kami. dan itu cukup menjadi motivasi tersendiri untuk kami kedepannya. Wah jadi ga sabar segera wisuda dari SD lalu lanjut ke SMP SMA Kuliah dan jangan lupa untuk terus berprestasi.
Nie, kami titipkan sedikit gambar untuk menggambarkan pengalaman kami seharian kemarin. Sabtu, 21 September 2013.
Salam semangat tentunya...
SEMANGAT BELAJAR ! SEMANGAT BERMAIN! dan SEMANGAT SEMUANYA!
Setelah hari kemarin yang sungguh melelahkan dan tentunya MengASYIKan, alhamdulillah kita dapet pengalaman yang baru. Kami memwancarai tentang perasaan dari para wisudawan dan wisudawati, orangtua mereka, serta para dosen yang pernah mengajar mereka.
Begitu banyak harapan mereka yang tertuang lewat raut mukanya. Harapan untuk masa depan yang sukses tentunya. Alhamdulillah sejak hari itu kami jadi mampu untuk mengikat janji, bahwasana kami akan menjadi anak yang pintar dan tentunya selalu menjunjung etika. karena pintar tanpa etika hasilnya hanya sedikit alias nol. hihihihii.......
yach.. itu tadi sedikit pernyataan yang dapat kami terima setelah kami matangkan dalam benak kami. dan itu cukup menjadi motivasi tersendiri untuk kami kedepannya. Wah jadi ga sabar segera wisuda dari SD lalu lanjut ke SMP SMA Kuliah dan jangan lupa untuk terus berprestasi.
Nie, kami titipkan sedikit gambar untuk menggambarkan pengalaman kami seharian kemarin. Sabtu, 21 September 2013.
Foto dulu sebelum bertugas...
Dosen STKIP PGRI Ponorogo
Wisudawan STKIP PGRI Ponorogo
Rabu, 18 September 2013
Wacik In Act
Besok Sabtu kami para Wacik mau kembali hunting ketempat yang sangatlah indah. Hayoo siapa yang tahu???
Besok Sabtu, tepatnya tnaggal 21 September 2013, akan diadakan kegiatan pelepasan alias Wisuda. tapi wisudanya ini bukan untuk para wacik, tapi para mbak dan mas yang tergabung dalam sebuah kampus di Ponorogo.
Besok kami mau berbagi pengalaman bersama mereka, kesan dan pesan mereka dan beberapa cerita yang bakalan menjadi motivasi untuk teman teman kami di SD Immersion. Tentunya bakalan seru... hemmm kagak bisangebayangin dech kayaknya... hihihii...
para jurnalist wacik kali ini yang akan bertugas (ciee.... bahasanya...) adalah kelas 5 Diponegoro n Pattimmura... ntar yang terbang ada sekitar 36 anak..
Doain yak kita lancar dalam bertugas... Faici... Semangattttzzz!!!!
asyifaameeraazhar@19September2013
Minggu, 17 Februari 2013
Lomba 10 Februari 2013
![]() |
Immersion Event Organizer committee |
![]() |
Soekarno Dancer |
![]() |
| Angklung |
![]() |
Band Siswa |
Peserta Lomba Fashion |
Peserta Lomba Fashion |
Fashion Show Siswa SD ImmersionSampai Jumpa di Event Tahun Depan |
Sekilas Profil Bapak Munif Chatib, Penyaji pada Seminar Parenting
EMPAT BUKU SEPERTI ALIRAN AIR
By Munif Chatib
SEKOLAHNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2009 itu seperti sebuah piring. Buku itu bercerita tentang sederhananya konsep SEKOLAHNYA MANUSIA yang mempunyai 3 bagian, yaitu:
Pertama INPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA menerima siswa dalam berbagai kondisi. Siswa pandai, baik, nakal, bodoh dan anak berkebutuhan khusus. SEKOLAHNYA MANUSIA selalu menuju sekolah inklusi.
Kedua PROSES, SEKOLAHNYA MANUSIA menerapkan ‘The Best Process’. Maksudnya guru menerapkan multi strategi dalam mengajar. Tidak hanya ceramah sebagai metode tunggul.
Ketiga OUPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA memotret kemampuan siswanya dalam 3 ranah besar, yaitu kognitifnya, psikomotorik dan afektif.
Jujur, untuk mewujudkan SEKOLAHNYA MANUSIA membutuhkan satu elemen yang harus sama paradigmanya yaitu GURU. Oleh karena itu buku ke dua saya adalah GURUNYA MANUSIA.
GURUNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2011 berusaha sekuat mungkin berbagi informasi betapa banyak sebenarnya strategi mengajar. Ada 20 strategi mengajar. Lalu bagaimana strategi mengajar tersebut ditulis dalam sebuah ‘lesson plan’. GURUNYA MANUSIA kental sekali dengan nuansa guru harus kreatif, harus terus belajar dan menjadi ‘penyelam’ bagi semua siswanya. Ibaratnya GURUNYA MANUSIA adalah isi dalam sebuah piring SEKOLAHNYA MANUSIA. Ketika dalam SEKOLAHNYA MANUSIA ada GURUNYA MANUSIA, ternyata masalah belum selesai. Masih ada ORANGTUA siswa yang menjadi konsumen pendidikan sebuah sekolah. Banyak terjadi masalah, terutama hubungan dengan sekolah jika paradigma orangtua belum sama dengan sekolah.
ORANGTUANYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2012 ini seperti menjadi ‘petunjuk’ sederhana bagi orangtua, terutama bagaimana memandang pendidikan anak-anaknya. Memandang kemampuan anak kita yang seluas samudera dan bintang. Bagaimana hubungan orangtua dengan guru anak-anaknya. Guru dan orangtua harus menjadi sahabat sejati. Jika orangtua dan guru bekerja sama dalam membantu anak untuk belajar, maka anak tersebut akan menjadi juara. Anak itu akan menemukan kondisi terbaiknya.
SEKOLAH ANAK-ANAK JUARA, yang saya tulis juga di tahun 2012 bersama sahabat saya Alamsyah Said, sperti m,enjadi bukti otentik. Jika seorang anak bersekolah di SEKOLAHNYA MANUSIA, lalu dididik oleh GURUNYA MANUSIA, di rumah ada ORANGTUANYA MANUSIA, maka Insya Allah anak tersebut menjadi JUARA di bidang masing-masing. Sukses dunia akhirat.
Saya sekarang sedang menulis buku berikutnya yang membahas tentang KELASNYA MANUSIA bersama sahabat saya Irma Nurul Fatimah, seorang GURUNYA MANUSIA yang arsitek. Kita bersua percaya sebenarnya dinding-dinding kelas baik indoor maupun outdoor bisa menjadi asisten guru. Bahkan sampai puluhan asisten. Mohon doa semua sahabat, agar kami berdua diberikan kesehatan dan waktu yang cukup untuk berbagi lewat karya tulis. Terima kasih (Sumber dari http:// munifchatib.wordpress.com/2012/ 10/21/ empat-buku-seperti-aliran-air/)
By Munif Chatib
SEKOLAHNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2009 itu seperti sebuah piring. Buku itu bercerita tentang sederhananya konsep SEKOLAHNYA MANUSIA yang mempunyai 3 bagian, yaitu:
Pertama INPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA menerima siswa dalam berbagai kondisi. Siswa pandai, baik, nakal, bodoh dan anak berkebutuhan khusus. SEKOLAHNYA MANUSIA selalu menuju sekolah inklusi.
Kedua PROSES, SEKOLAHNYA MANUSIA menerapkan ‘The Best Process’. Maksudnya guru menerapkan multi strategi dalam mengajar. Tidak hanya ceramah sebagai metode tunggul.
Ketiga OUPUT, SEKOLAHNYA MANUSIA memotret kemampuan siswanya dalam 3 ranah besar, yaitu kognitifnya, psikomotorik dan afektif.
Jujur, untuk mewujudkan SEKOLAHNYA MANUSIA membutuhkan satu elemen yang harus sama paradigmanya yaitu GURU. Oleh karena itu buku ke dua saya adalah GURUNYA MANUSIA.
GURUNYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2011 berusaha sekuat mungkin berbagi informasi betapa banyak sebenarnya strategi mengajar. Ada 20 strategi mengajar. Lalu bagaimana strategi mengajar tersebut ditulis dalam sebuah ‘lesson plan’. GURUNYA MANUSIA kental sekali dengan nuansa guru harus kreatif, harus terus belajar dan menjadi ‘penyelam’ bagi semua siswanya. Ibaratnya GURUNYA MANUSIA adalah isi dalam sebuah piring SEKOLAHNYA MANUSIA. Ketika dalam SEKOLAHNYA MANUSIA ada GURUNYA MANUSIA, ternyata masalah belum selesai. Masih ada ORANGTUA siswa yang menjadi konsumen pendidikan sebuah sekolah. Banyak terjadi masalah, terutama hubungan dengan sekolah jika paradigma orangtua belum sama dengan sekolah.
ORANGTUANYA MANUSIA, buku yang saya tulis 2012 ini seperti menjadi ‘petunjuk’ sederhana bagi orangtua, terutama bagaimana memandang pendidikan anak-anaknya. Memandang kemampuan anak kita yang seluas samudera dan bintang. Bagaimana hubungan orangtua dengan guru anak-anaknya. Guru dan orangtua harus menjadi sahabat sejati. Jika orangtua dan guru bekerja sama dalam membantu anak untuk belajar, maka anak tersebut akan menjadi juara. Anak itu akan menemukan kondisi terbaiknya.
SEKOLAH ANAK-ANAK JUARA, yang saya tulis juga di tahun 2012 bersama sahabat saya Alamsyah Said, sperti m,enjadi bukti otentik. Jika seorang anak bersekolah di SEKOLAHNYA MANUSIA, lalu dididik oleh GURUNYA MANUSIA, di rumah ada ORANGTUANYA MANUSIA, maka Insya Allah anak tersebut menjadi JUARA di bidang masing-masing. Sukses dunia akhirat.
Saya sekarang sedang menulis buku berikutnya yang membahas tentang KELASNYA MANUSIA bersama sahabat saya Irma Nurul Fatimah, seorang GURUNYA MANUSIA yang arsitek. Kita bersua percaya sebenarnya dinding-dinding kelas baik indoor maupun outdoor bisa menjadi asisten guru. Bahkan sampai puluhan asisten. Mohon doa semua sahabat, agar kami berdua diberikan kesehatan dan waktu yang cukup untuk berbagi lewat karya tulis. Terima kasih (Sumber dari http://
Langganan:
Postingan (Atom)








